SBY, Pak Harto dan Bung Karno
Oleh Dr Usman Yatim, M.Pd, M.Sc.
Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) kini kembali lagi diramaikan banyak orang. Publik menyebut SBY emosional dalam menanggapi SMS yang mendeskreditkan diri dan Partai Demokrat. Presiden SBY menggelar jumpa pers mengenai SMS fitnah yang beredar di BBM dan sosial media. SMS mengatasnamakan kader Demokrat yang tengah bermasalah, M Nazaruddin, berisi ancaman akan dibukanya ‘borok’ petinggi Partai Demokrat. Nazaruddin sendiri telah membantah mengirim SMS tersebut. SBY menantang pengirim SMS tersebut untuk menampakkan diri. Baca selebihnya »
Menghidupkan Kembali Pancasila
Oleh Dr Usman Yatim, M.Pd, M.Sc.
Pancasila mau dihidupkan kembali? Inilah sekarang yang hangat dibicarakan banyak orang. Kini ada kesadaran baru bahwa ternyata kita selama ini telah melupakan, melalaikan, bahkan boleh jadi mematikan aset bangsa tak ternilai. Pancasila yang demikian populer pada masa Orde Baru, tiba-tiba ketika memasuki reformasi dijadikan tudingan, dianggap biang keladi dari berbagai permasalahan bangsa dan negara yang dihadapi. Nyatanya, tatkala reformasi tak memenuhi dahaga cita-cita bangsa, kita jadi teringat Pancasila. Baca selebihnya »
Pak Harto Melebihi SBY?
Nama mantan Presiden RI Jenderal Besar H Muhammad Soeharto kembali hangat menjadi pembicaraan. Setelah namanya disebut-sebut terkait pengusulan sebagai Pahlawan Nasional, kali ini mantan penguasa Orde Baru yang akrab disapa Pak Harto itu mencuat melalui rilis survei Indo Barometer yang menyatakan Pak Harto sebagai presiden paling disukai dan lebih berhasil dibandingkan dengan presiden lainnya yang pernah menjabat di negeri ini. Hasil survey ini mendapat tanggapan beragam, pro-kontra, positif dan negatif. Baca selebihnya »
Gerakan NII, Mengapa Dibiarkan?
Oleh Dr Usman Yatim, M.Pd, M.Sc.
Kita sepakat, NKRI (Negara Kesatuan republik Indonesia) yang berlandaskan Pancasila dan butir-butirnya termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang dasar 1945 merupakan harga mati, tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di bumi Nusantara tercinta ini. Dengan demikian, heboh seputar munculnya isu NII (Negara Islam Indonesia) sebagaimana gencar diberitakan media massa, sungguh sudah meresahkan masyarakat. Apalagi kader-kader NII disebut-sebut melakukan penculikan, cuci otak, penipuan, pencurian, dan lainnya terhadap kalangan generasi muda sehingga banyak membuat orangtua cemas dan takut. Baca selebihnya »