SBY – Partai Demokrat Tuntaskan Agenda Reformasi
Tampaknya dua pekan setelah hari Pemilihan Presiden (Pilpres), hasil penghitungan suara sudah menunjukkan kepastian bahwa pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono terbukti benar-benar meraih suara di atas 50% dan dengan demikian pasangan inilah yang akan memimpin bangsa dan Negara tercinta ini untuk periode 2009-2014 tanpa harus melalui pilpres putaran kedua. Terlepas dari berbagai kekurangan, protes dari capres-cawapres lainnya terhadap penyelenggaraan Pilpres 2009, kemenangan SBY-Boediono tetaplah memiliki legitimasi kuat dan tak tergoyahkan.
Presiden dengan Mandat Baru
Oleh Drs Usman Yatim MPd
SEGENAP rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara) guna menyalurkan hak pilihnya, Rabu, 8 Juli 2009. Mereka akan menjadi penentu bagi terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2009 – 2014. Siapakah presiden dan wakil presiden yang akan mendapatkan mandat baru tersebut, apakah pasangan, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Soebianto, Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono atau Jusuf Kalla-Wiranto?
Selengkapnya>>>
Janji- janji Capres
Hari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tinggal beberapa hari lagi. Para calon presiden dan calon wakil presiden bersama para tim sukses mereka terus berkampanye menarik simpati rakyat. Melalui tayangan televisi, siaran radio, sajian media cetak, serta berbagai atribut kampanye, kita dapat menyaksikan sejumlah rayuan dari para capres-cawapres tentang berbagai janji-janji jika terpilih pada Pilpres 8 Juli 2009.
Ekonomi Pro Rakyat Dipertanyakan
Para capres dan cawapres menghadapi persoalan besar yang tidak kunjung selesai, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Berbagai usaha telah dilakukan, bahkan ada komitmen politik yang sangat tinggi untuk meningkatkannya di masa depan. Para capres dan cawapres tidak ada kecuali berdebat tentang ekonomi kerakyatan yang disebutkan pro rakyat, yang intinya memberi kesempatan kepada rakyat untuk menjadi tuan rumah secara mandiri di negeri sendiri.
Pilpres 2009: Komunikasi Politik Memanas
POLITIK sebenarnya punya fungsi komunikasi. Tapi, ketika suhu politik memanans belakangan ini, maka sangat boleh jadi fungsi komunikasi politik tersesendat. Dengan begitu, adalah persoalan urgensi bagaimana program-program partai dikomunikasikan kepada rakyat, dan bagaimana pada saat yang sama, para pengurus partai secara intens membangun dialog, serta menggali dan menyelami aspirasi yang tumbuh dari bawah.
Pembangunan Sosial Ekonomi yang Seimbang
DALAM banyak kesempatan para capres dan cawapres tampil menawarkan visi dan misi yang sarat upaya pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan yang tinggi. Atau setidaknya dikesankan demikian. Dibalik itu upaya pembangunan sosial budaya terkesan merupakan curahan dari keberhasilan pembangunan ekonomi tersebut. Bila terjadi kegagalan biasanya diselesaikan melalui pendekatan ekonomi praktis yang dianggap “efisien”. Pendekatan tersebut menjanjikan penurunan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan yang ditanggung negara alias gratis, serta upaya mengatasi persoalan kemiskinan dengan bantuan langsung tunai. Baca selebihnya »
Diagnogsa Penyakit Metamorfosa Politik
ADA pertanyaan ketika kita ajukan kepada para politisi, boleh jadi, terkesan pertanyaan aneh. Apa boleh buat, pertanyaan yang dimaksud adalah ini: tahukah Anda fungsi komunikasi politik? Karuan saja para politisi, yang teramat bebal pun, bisa menjawabnya, karena itu menjadi pertanyaan aneh. Bisa saja mereka menjawab begini: fungsi komunikasi politik adalah bagaimana program-program partai dikomunikasikan kepada rakyat dan bagaimana pada saat yang sama para pengurus partai secara intens membangun dialog, serta menggali dan menyelami aspirasi yang tumbuh dari bawah. Baca selebihnya »
Rapat Konsultasi Bahas RUU yang Belum Selesai
Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin rapat konsultasi antara pemerintah dengan pimpinan DPR-RI dan pimpinan Pansus DPR-RI, di Istana Negara, hari Rabu (27/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)Waspadai Agen Perusak Netralitas Pers
(Jakarta, MADINA): Calon Wakil Presiden (Cawapres) Wiranto, yang mendampingi Capres Jusuf Kalla mengingatkan, agar media massa senantiasa waspada terhadap agen-agen tertentu yang berupaya mempengaruhi netralitas dan objektifitas pers selama proses pemilihan presiden (Pilpres) pada 8 Juli nanti.