Usman Yatim Center

Membangun Iman dan Karakter

Langkah Selanjutnya

HASIL reshuffle kabinet telah diumumkan dan para menteri baru juga sudah dilantik. Secara khusus, kepada Menkum HAM, Meneg BUMN, dan Jaksa Agung, kita harapkan secepatnya melakukan tindakan nyata agar ada manfaat yang diterima publik. Menteri BUMN yang baru diharapkaan mampu meminimalisir (syukur-syukur memusnahkan) korupsi dijajaran top magnement hingga para staf di masing-masing perusahaan-perusahaan BUMN.

Di samping itu sudah cukup lama tersiar bahwa bagaimana selama ini apa yang disebut korupsi mengakar dan mendarah daging di lumbung BUMN itu. Dan bahkan ini menjadi sapi perahan untuk sejumlah partai politik. Mengingat dan mempertimbangkan hal ini, yang mana sekitar dua tahun lagi diadakan Pemilu, maka haruslah menteri baru itu menutup peluang kepada indikasi parpol memeras BUMN.

Dalam sisi satunya lagi, dengan ditandatanganinya perjanjian extradisi antara pemerintah RI dan pemerintah Singapura, tentulah kita harapkan mempermudah kerja Jaksa Agung dan Menteri Hukum dan HAM untuk menindak dan menghukum para koruptor yang lari ke negeri singa tersebut.

Tanpa bermaksud berpetuah, sudah sepatutnya Jaksa Agung harus mampu mengkoordinasikan dengan baik Kajati maupun Kajari di daerah-daerah agar memiliki kesepahaman kerja. Karena kita sudah muak memdengar Kajati mampu Kajari tidak mampu menindak pejabat-pejabat daerah yang disinyalir melakukan tindak pidana korupsi.

Siapapun anak negeri ini, tentulah tidak sudi mendapatkan negeri besar dan kaya ini justru terpuruk oleh penyakit korupsi. Apalagi kita sedang mengayunkan langkah menuju implementasi Visi Indonesia 2030. Mewujudkan impian Visi Indonesia 2030, dengan segala target pencapainnya, oleh karena itu harus disertai dengan rencana aksi strategis yang jelas dan konkret, serta diimplemnetasikan secara nyata dan konsisten. Antara lain dalam hal itu bernama pembasmian korupsi.

Sangatlah masuk akal manakala harapan rakyat tercantolkan kepada pemimpin negeri ini, agar para pemimpin bekerja keras mewujudkan Indonesia bukanlah bangsa pecundang dalam percaturan peradaban kini; bukan pula sebuah negeri yang kotor oleh keterjangkitan korupsi, serta bukanlah juga sebuah negeri yang gaduh oleh pekikan-pekikan berpolitik dan berdemokrasi.

Hasil reshuffle, jadinya, langkah selanjutnya punya janji yang harus diwujudkan ke dalam hal tersebut. Termasuk pula dengan adanya reshuffle jilid dua ini segenap bangsa Indonesia semacam harus menempuh reorientasi perspektif pemikiran. Jadi tidak bisa ditunda-tunda lagi invetasi yang sedalam-dalamnya: reorientasi pembangunan, menggali potensi kekuatan-kekuatan dari kekayaan sumber daya alamnya sendiri.

Langkah demikian memposisikan pemerintah harus berani mengubah arah pembangunan dengan menciptakan idustri berbasis pada sumber daya domestik yang kita miliki, seperti pertanian, perkebunan, kelautan, dan tambang. Kita sudah tak punya pilihan lagi; kita juga letih menjadi bangsa besar dan kaya, tapi miskin dan konsumtif.

Bersama itu kita juga ingatkan reshuffle sudah terjadi, maka pelbagai pihak kita mintakan agar tetap dalam koridor-koridor hukum dan demokrasi, jangan menyimpang. Jadi, tujuan akhir para pemimpin yang kita pilih dan para menteri diangkat presidn, sekurang-kurangnya, bagian dari turut membuktikan langkah berikutnya: impilimentasi Indonesia mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. ***

Januari 9, 2009 - Posted by | Karya Tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: