Usman Yatim Center

Membangun Iman dan Karakter

SBY, PD, PAN dan UU Kesos

Oleh Drs Usman Yatim MPd

ImageSelasa, 9 September 2008, boleh disebut sebagai hari dan tanggal yang istimewa. Betapa tidak, pada hari tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-59.  Untuk hari ulang tahunnya ini, Presiden SBYdan keluarga secara khusus mengundang para menteri dan keluarga untuk berbuka bersama sekaligus tasyakuran.

Ulang tahun Presiden kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Suasana sederhana terlihat dalam acara ini. Usai shalat magrib berjamaah, Presiden SBY memotong tumpeng nasi kuning, dan menyerahkan potongan tumpeng pertama itu kepada Ibu Ani. Tahun lalu, dengan didampingi Ibu Negara, Presiden Yudhoyono merayakan ulang tahunnya yang ke-58 di Kamar 3406 Lantai 34 Hotel Four Seasons, Sydney, di sela-sela kesibukannya mengikuti kegiatan APEC.

Biarpun sederhana, acara hari ulang tahun SBY menarik untuk dicermati karena dihadiri keluarga besar anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Presiden dalam kesempatan ini berbicara dari hati ke hati. Usia Kabinet Indonesia Bersatu ini hampir empat tahun, tetapi sangat jarang para menteri beserta ibu, putra-putri, dan cucu bersilaturahmi seperti ini. Saya tadi berbincang-bincang dengan Pak Jusuf Kalla. Pak Jusuf, kita ini harus lebih banyak meminta maaf kepada para ibu,” kata SBY.

“Hari libur pun, entah Sabtu atau Minggu, kadang-kadang malam hari, saya dan Wapres mengundang para menteri untuk melakukan pertemuan. Entah melaksanakan sidang kabinet atau meninjau seluruh kepelosok negeri ini. Oleh karena itu meskipun semuanya itu dalam rangka tugas dan bukan untuk bersenang-senang, namun karena sudah mengganggu waktu keluarga, jadi para isteri, suami, putra-putri dan cucu, pada bulan suci Ramadhan ini tepat kalau saya memohon maaf,” ucap Presiden SBY.

Presiden juga menyampaikan terimah kasih kepada seluruh anggota kabinet atas kerja kerasnya selama ini. ”Saya bersama Wapres tidak mungkin menjalankan tugas yang luar biasa besar tantangannya ini, tanpa bantuan, tanpa kontribusi, tanpa kebersamaan di antara kita. Karena itu, atas semua capaian yang telah kita capai dan masih banyak lagi pekerjaan rumah yang harus kita rampungkan, tapi semua jerih payah, pengabdian, pegorbanan anggota kabinet yang telah diberikan, tentunya saya mengucapkan terimah kasih sebesar-besarnya. Tentu ini juga kepada isteri suami dan putra-putri yang juga memberikan dorongan kepada para menteri Kabinet Indonesia Bersatu,” kata Presiden SBY.

Ulang tahun Presiden SBY tentu saja menjadi perhatian banyak orang, seperti ditandai dengan banyaknya kirim karangan bunga sebagai bentuk pemberian ucapan selamat. Semua itu patut kita sambut pula dengan rasa syukur, mudah-mudahan beliau dapat mengemban tugas yang sebagaimana dikatakannya, penuh dengan tantangan berat tapi selalu dengan pengharapan penuh optimistik dalam menghadapi masa depan. Dari berbagai pernyataannya selama, Presiden yang dilahirkan di Pacitan, Jawa Timur tersebut, selalu mengajak segenap warga bangsa untuk terus menggalang kebersamaan.

Demokrat, Haornas dan PAN

Tentu saja tak hanya Presiden SBY yang merayakan ulang tahun pada 9 September lalu. Malahan bagi keluarga besar Partai Demokrat juga pada hari dan tanggal tersebut merupakan hari bersejarah saat dideklarasikan 7 tahun lalu. Partai Demokrat yang dideklarasikan oleh SBY memang bertepatan dengan hari ulang tahunnya. SBY kini juga menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Perayaan ulang tahun  Partai Demokrat Ke-7 dan Ulang Tahun Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ke-59, DPP Partai Demokrat yang dihadiri Ketua Umum DPP PD H. Hadi Utomo, Sekjen DPP PD H. Marzuki Alie, SE, MM, Wakil Ketua Umum DPP PD Prof. A. Mubarok dan segenap pimpinan harian lainnya serta pengurus lainnya menggelar acara berbuka puasa bersama 700 orang anak yatim piatu yang berasal dari Jabodetabek, serta 300 orang Ibu-ibu dan bapak-bapak dari Majelis Taqlim di sekitar area lahan seluas sekitar 5,5 Ha di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. “Dengan tumbuhnya semangat serta jiwa kebersamaan sebagai suatu keluarga besar Partai Demokrat maka kebesaran serta kejayaan partai akan tumbuh demi kebesaran serta kejayaan bangsa dan negara di masa yang akan datang,” ujar Hadi Utomo.

Angka 9 sebagaimana banyak juga dipercaya banyak orang, memang benar-benar merupakan angka keberuntungan bagi SBY. Bukan hanya karena tanggal kelahiran diri dan partainya  tapi juga harus diakui, Partai Demokrat terbilang partai sukses saat tampil pada Pemilu 2004 dan mampu mengantarkan SBY untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini. Kini tinggal menjadi tanda tanya, apakah SBY bersama partainya akan kembali mendulang sukses pada Pemilu dan Pilpres 2009?

Tak hanya SBY dan Partai Demokrat yang memaknai 9 September. Masyarakat olahraga di tanah air juga merayakannya sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Peringatan Haornas dilangsungkan di lapangan Tenis Indoor, Senayan, Jakarta. Presiden SBY juga ikut hadir dalam acara ini. “Kita semua harus bersatu padu, bekerja keras bersama, bertanggungjawab untuk memajukan keolahragaan kita. Kalau kita menyatukan potensi, energi dan tanggung jawab, Insya Allah kita benar-benar bias,” kata Presiden dalam acara Haornas itu.

Ucapan Presiden SBY tersebut sungguh sangat bermakna, mengingat prestasi olahraga kita selama ini, terutama pada tingkat internasional tidaklah terlalu menonjol. Kita terbilang lumayan hanya terutama pada cabang bulu tangkis dan itupun kalau dibandingkan China, kita sudah kedodoran. Sementara pada cabang-cabang lainnya, kita banyak ketinggalan. Dalam pentas Asia Tenggara, kita yang dulu selalu merajai, kini harus rela berada di bawah Thailand, Vietnam dan Malaysia. Tentunya, tahun-tahun mendatang nasib dunia olahraga kita harap dapat berjaya, sama seperti halnya Presiden SBY dan Partai Demokrat saat ini.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin oleh Sutrisno Bachir (SB) juga memanfaatkan 9 September 2008 untuk meluncurkan nomor pemilunya yang juga angka 9 untuk Pemilu 2009. Melalui sebuah acara yang dihadiri para artis dan tuna netra, SB meluncurkan PAN 9. “Nomor 9 adalah nomor yang bagus,” ucap Sutrisno yang disambut sorak sorai 99 orang tunanetra, 9 artis PAN antara lain Eko Patrio, Ikang Fawzi, Marini Zumarnis dan lainnya. Sekjen PAN Zulkifli Hasan menjelaskan, momen tanggal 9 September (9/9) dipilih agar lebih mudah diingat. “Peluncuran ini untuk menyosialisasikan PAN bernomor urut 9 di Pemilu 2009 sehingga rakyat dapat dengan mudah mengingat,” ujar Zulkfli. Mudah-mudahan PAN dengan nomor 9 mampu pula mendulang sukses pada Pemilu 2009.

RUU Kesos

Lantas pada 9 September 2008, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menggelar pula sebuah seminar yang secara khusus membahas Rancangan Undang-undang Kesejahteraan Sosial). Seminar ini sangat menarik untuk diikuti karena membincangkan tentang penanganan masalah pembangunan kesejahteraan social. Seminar ini, selain  dihadiri oleh anggota Organisasi yang bernaung dalam lingkungan DNIKS,  juga diundang  pakar-pakar yang diharapkan memberikan masukan untuk  dirumuskan dan kemudian menjadi bahan masukan Ketua Umum DNIKS kepada DPR RI maupun pemerintah.

Seminar ini dibuka oleh Ketua Umum DNIKS, Prof. Dr. Haryono Suyono. Dari paparan dan diskusi yang berlangsung dalam Seminar itu, para anggota Pokja RUU Kesos DNIKS mengumpulkan bahan-bahan untuk memperkuat pokok-pokok pikiran yang telah dipersiapkan oleh Ketua Umum untuk diteruskan kepada pihak-pihak terkait penyusunan RUU Kesos tersebut. Intinya adalah bagaimana mengembangkan pemberdayaan keluarga di Indonesia makin digencarkan agar makin sedikit atau bahkan bisa dihilangkan sisa-sisa pembangunan yang tercecer, atau dapat dicegah terjadinya penyandang masalah sosial di Indonesia.

Haryono Suyono mengharapkan masukan dan harapan kepada  semua pihak yang tidak bisa ikut dalam seminar untuk mengirimkan masukan kepada Pokja RUU Kesos sebagai bahan perumusan yang sedang disiapkan. Dia juga mengharapkan kepada semua pihak untuk membantu meneruskan gagasan-gagasan awal tersebut menjadi bahan pembicaraan dan menggugah masyarakat luas memberikan perhatian dan menempatkan diskusi tentang masalah sosial kemasyarakatan.

RUU Kesos ini dinilai penting untuk disorot oleh semua pihak, apalagi buat Dewan Perwakilran (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan pemerintah. Ketua Umum DNIKS Haryono Suyono, malah sehari sebelumnya (8/9) bersilaturahmi dengan Panitia Ad Hoc III Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) untuk menyampaikan usulan sebagai masukan dalam penyusunan  Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Sosial (Kesos) yang sedang digodok di DPD RI.

“Kami mengusulkan agar Undang-Undang Kesejahteraan Sosial dibuat dengan pendekatan sosial ekonomi dan menuju workfare sociaty atau workfare state bukan pendekatan workfare yang mulai ditinggal oleh negara-negara maju,” kata Haryono. Mudah-mudahan saja harapan Haryono ini mendapat sambutan positif dari semua pihak, terlebih para pihak pengambil kebijakan yang peduli dengan kesejahteraan kehidupan masyarakat banyak. Semoga!

Penulis adalah Dosen Fikom UPDMB Jakarta

Januari 9, 2009 - Posted by | Karya Tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: