Usman Yatim Center

Membangun Iman dan Karakter

Parpol Antikorupsi

Oleh Drs.H.Usman Yatim, MPd

ImageKORUPSI ternyata musuh bersama, sekalipun kita beda visi politik tetap berkewajiban memerangi korupsi. Upaya ini menjadi spektakuler manakala partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum 2009 ramai-ramai menyatakan dukungannya dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Akan tetapi, kita juga kadangkala agak rikuh tatkala partai politik kerap licin dipegang janjinya, maka sangat boleh jadi ikrar upaya pemberantasan korupsi di Indonesia tanpa disertai tindakan nyata, hal itu hanya akan membuat rakyat sinis.

Bersama itu kita juga yakin parpol dan pelaku politik tidak mau itu hanya obral janji. Dan kita juga tak mungkin menggurui bagaimana mengartikan upaya itu bahwa yang pentng adalah tindakan nyata. Jangan hanya pandai beretorika atau berorasi. Rakyat akan sinis jikan tindakan kita dalam kasus korupsi masih membodohi diri.

Hal terpenting yang dapat kita garisbawahi dari komitmen dukungan 44 petinggi parpol yang menghadiri Deklarasi Partai Politik Lawan Korupsi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu lalu, antara lain sebagaimana dikatakan Ketua KPK Antasari Azhar, acara ini bertujuan menyamakan sejumlah persepsi antara KPK dan parpol dalam menghadapi Pemilu 2009.

Menurut KPK, jika ada parpol memberikan sesuatu ke orang lain saat pemilu, itu masuk delik pemilu. Namun, jika dananya berasal dari keuangan negara, KPK dapat masuk.

Tentu saja kita menyambut baik hal itu sehingga sangat boleh jadi seluruh kader partai ”sudah harus” tersumpah untuk tidak melakukan korupsi. Dengan demikian, parpol betul-betul bisa diharapkan mendukung KPK. Maka tampaklah politik begitu jernih, bersih, tanpa korupsi.

Upaya-upaya awal untuk membangun komitmen antara KPK dan parpol dalam memberantas koruipsi dan menempatkan karena itu bisa dijadikan agenda utama. Dan kita yakin semua parpol secara jelas menyambut positif ajakan KPK tersebut.

Dengan begitu inilah kesempatan politik punya wajah bersih tanpa korupsi. Lebih-lebih dalam Pemilu 2009 yang beberapa puluh hari lagi dilaksanakan, korupsi adalah ”setan” yang betu;-betul harus dilenyapkan. Sehingga dalam pemilu siapa pun boleh menang, tetapi korupsi harus kalah.

sumber : http://www.madina-sk.com

Maret 5, 2009 - Posted by | Berita Seputar Pemilu, Karya Tulisan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: