Usman Yatim Center

Membangun Iman dan Karakter

Dr Alfitra Salamm: Parpol dan Caleg Harus Siap Terima Kenyataan

(Jakarta, MADINA): Forum Pemilu Damai (FPD) menyerukan kepada setiap partai politik dan calon anggota legislatif (Caleg) peserta Pemilu 2009 harus berani dan siap menerima kenyataan apapun pilihan rakyat pada hari pemungutan suara 9 April besok.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Forum Pemilu Damai (FPD), yang dibacakan Sekretaris Eksekutif FPD Dr Alfitra Salamm di Jakarta, Selasa lalu, pihak yang kalah harus berbesar hati untuk menerima kenyataan tersebut.

Para elite Parpol yang kalah harus berbesar hati untuk menerima kenyataan tersebut. Sedangkan para elite Parpol yang menang agar tidak merasa sombong karena kemenangannya, katanya.

Pernyataan tersebut merupakan satu dari 10butir pernyataan FPD yang dibacakan Alfitra Salamm dalam acara jumpa pers Forum Pemilu Damai bertema Berikan Senyum, Semua Kawan Kita.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Koordinator FPD Prof Dr Komaruddin Hidayat, serta sejumlah anggota seperti pakar hukum Hikmahanto Juwana, pengamat politik J Kristiadi, dan Saiful Mujani, serta pengusaha Sudhamek AWS.

FPD adalah forum yang dibentuk oleh sekelompok aktivis sosial yang peduli pada pendidikan politik bagi warga negara dan terpanggil untuk ikut serta berpartisipasi menyukseskan Pemilu agar berlangsung jujur dan damai.

Selain keenam tokoh yang hadir tersebut, FPD juga didukung sejumlah tokoh nasional antara lain oleh Anies Baswedan, Azyumardi Azra, Arbi Sanit, Bachtiar Effendy, Dewi Fortuna Anwar, Indria Amego, Imam B Prasojo, Moh Mahfud MD, Budiman Tanurejo, HA Syafi\’i Ma\’arif, Yahya A Muhaimin, dan Yudi Latief.

Dalam pernyataannya, FPD juga meminta adanya jaminan negara atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa semua proses Pemilu berjalan sesuai dengan koridor hukum dan dipraktikkan secara konsekuen dan bertanggungjawab.

FPD meminta semua prasangka politik selayaknya tidak dikemukakan jika tidak punya bukti yang meyakinkan karena akan menimbulkan kekacauan yang tidak boleh terjadi.

Selain itu, FPD meminta setiap elite Parpol secara moral harus bertanggungjawab mengawal kejurdilan Pemilu, dan demokrasi itu sendiri.

Dipicu elite

Sementara itu, Komaruddin Hidayat mengatakan konflik atau kerusuhan bisa saja terjadi setelah pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 9 April, namun pemicunya diperkirakan adalah para elite partai.

Biasanya pemicunya justru para elite partai yang tidak puas. Rakyat itu sekarang sudah semakin dewasa, dan saya kira rakyat sudah tidak mau lagi mati konyol untuk hal-hal yang tidak jelas, katanya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan, demokrasi tidak mungkin berjalan tanpa Pemilu reguler, dan tanpa Pemilu yang berkualitas, maka kehidupan berkebangsaan juga tidak akan berkualitas.

Karena itu, lanjutnya, semua pihak diharapkan ikut menyukseskan Pemilu dan menjaganya agar berjalan dengan damai, jujur, dan adil.

Setelah jumpa pers ini, ke depan FPD akan banyak menggelar serial diskusi, seminar, dan berbagai pencerahan pendidikan politik bagi warga negara. Kita juga siap menegur dan memberi saran kepada politisi jika ada penyimpangan, katanya. (jon)

sumber : www.madina-sk.com

April 13, 2009 - Posted by | Berita Seputar Pemilu | , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: