Usman Yatim Center

Membangun Iman dan Karakter

Prof Iberamsyah: Peta Koalisi Masih Sulit Diprediksi

(Jakarta, MADINA): Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsyah menyatakan, koalisi permanen untuk mendukung Pilpres dan legislatif yang saat ini sedang dirancang oleh parpol masih sulit untuk diperkirakan.
“Saya masih meragukan apakah koalisi itu akan terbangun, sampai saat ini belum ada yang pasti,” ujar Iberamsyah kepada Pelita, Selasa lalu, di Jakarta.

Iberamsyah menjelaskan ketidakpastian koalisi bisa terjadi jika pendukung koalisi seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengajukan calonnya untuk menjadi pendamping Susilo Bambang Yudhoyono kalah dari calon Wapres dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“PKS bisa mundur bila Cawapresnya kalah dari PAN, kemungkinan yang lain masih bisa terjadi, katanya. Iberamsyah juga meragukan akan terbentuknya koalisi permanen yang kuat karena tawar-menawar kekuasaan dan berbagai permintaan yang tidak terpenuhi bisa menjadi penyebab Parpol menarik diri dari bangunan koalisi.

Selain itu, Iberamsyah mengungkapkan sebaiknya koalisi parpol yang akan maju dalam pertarungan Pilpres tidak perlu mengumumkan kabinet bayangan kepada masyarakat. “Itu terlalu jauh yang bisa membuka konflik personel bagi yang akan dicalonkan dalam kabinet, kontrak politik saja sulit, apalagi mengumumkan kabinet bayangan,” ujarnya.

Sulitnya membangun koalisi menurut Iberamsyah karena kedepan setiap Parpol pendukung koalisi tidak mengetahui perkembangan politik yang terjadi, seperti terjadinya krisis atau perilaku pemimpinnya yang berubah-ubah.

Introspeksi

Sementara terkait dengan kisruhnya internal yang terjadi di tubuh Partai Golkar menurut Iberamsyah hal itu terjadi karena Golkar mengalami kesulitan membangun koalisi karena Golkar tidak pernah melakukan introspeksi. Semestinya dengan penurunan suara dalam Pemilu sebesar tujuh persen, Golkar harus bergerak cepat membangun koalisi.

“Golkar terlalu percaya diri, sepertinya susah bagi Golkar untuk bisa membangun koalisi sendiri karena beberapa Parpol yang diperkirakan akan berkoalisi dengan Golkar sudah diambil Demokrat,” kata Iberamsyah.

Sementara itu, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi Soebhan memperkirakan pertarungan memperebutkan kursi Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres 2009 hanya akan diikuti oleh dua kubu antara koalisi Partai Demokrat melawan koalisi kubu PDIP.

Kalau ternyata Golkar gagal membangun koalisi dengan PDIP, maka diprediksi akan ada tiga pasang calon yang akan bertarung dalam Pilpres. “Golkar akan maju dengan mencari dukungan dari partai-partai kecil,” kata Syafuan.

Syafuan menjelaskan peluang tiga pasang calon sangat kecil kemungkiannya terjadi karena akan terganjal oleh suara ambang batas parlemen sebesar 2,5 persen. Meski ada dua atau tiga calon yang akan maju dalam Pilpres, namun peluang terpilihnya kembali Susilo Bambang Yudhoyono sanga besar sekali.

“Peluang calon lain untuk mengalahkan Yudhoyono sangat kecil dan hanya akan terjadi dalam satu putaran, kecuali kalau terjadi fifty-fifty, maka Pilpres akan ada dua putaran,” kata Syafuan.

Pendapat senada diungkapkan Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate Toto Sugiarto yang menyatakan peluang Golkar untuk mengajukan calon Presiden sendiri dan membentuk koalisi sangat tergantung pada upaya kesungguhan dan kesigapan Golkar dalam melobi partai-partai lain.

Kalau Demokrat dapat teman banyak dalam membangun koalisi, maka peluang Golkar untuk mengusung calon sendiri sangat kecil. Pada akhirnya hanya koalisi Demokrat dengan koalisi PDI-P, Gerindra dan Hanura yang akan maju, kata Toto.

“Sementara peluang keterpilihan Yudhoyono dibanding calon lain menurut Toto sangat besar. Yudhoyono hanya bisa dikalahkan oleh tokoh yang sangat cemerlang. Tapi itupun sekarang ini sudah sangat telat,” katanya. (cr)

sumber : www.madina-sk.com

Mei 4, 2009 - Posted by | Berita Seputar Pemilu | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: